Yuk, Wisata Ke Kampung Suku Baduy Banten

Media Doeta Indonesia. BANTEN. 23/10/2017. Sebagai negara yang  memiliki sumber daya alam dan budaya yang kaya, Indonesia merupakan destinasi utama wisatawan. Salah satunya wisata kampung suku Baduy di pedalaman Lebak Banten.

Suku Baduy merupakan suku yang hidup secara terisolir dari dunia luar. Mereka hidup secara sederhana dan menyatu dengan alam.

Suku Baduy terdiri dari 2 macam, yaitu suku Baduy Luar dan suku Baduy Dalam. Secara penampilan, suku Baduy Dalam memakai baju dan ikat kepala serba putih, sedangkan suku Baduy Luar memakai pakaian hitam dan ikat kepala berwarna biru.

Jembatan tanpa paku, hanya mrnggunakan tali ijuk aren, semua pengunjung pasti suka melewati jembatan ini karena goyang ke kanan dan kekiri.

Secara budaya, suku Baduy Dalam lebih teguh memegang adat istiadat suku mereka, sedangkan Baduy Luar sudah mulai terpengaruh dengan budaya dari luar. Persamaan dari keduanya, mereka pantang untuk menggunakan alas kaki, teknologi modern dan transportasi modern

Kampung Baduy yang berlokasi di Lebak Banten ini banyak dikunjungi  wisatawan,  untuk kesana harus melalui beberapa gunung dan memakan waktu tiga jam perjalanan dari Rangkas Bitung. Warga kampung Baduy hidupnya sangat tentram, karena tidak ada listrik, radio apa lagi tv.

Aktivitas utama suku Baduy adalah bertani, membuat  kain  tenun untuk  ikat rambut, membuat golok dari besi baja, ada madu asli hitam dan kuning, setiap rumah menjual kain tenun  dengan harga yang  murah, bagus  serta unik

“ Saya sangat senang, sekarang banyak komunitas yang berkunjung ke suku Baduy, salah satunya Komunitas Walisantri Al Zaytun yang di pimpin oleh kang Wawan, awalnya saya kenal kang Wawan  melalui facebook, dan saya siap menjadi tour guide ” ujar Pulung  warga Kanekes.

Selain belanja barang  unik, wisatawan dapat  menikmati keindahan alam, seperti gunung yang  indah, perbukitan dan sungai- sungai kecil.

Jembatan sulit  ini  dibangun gak pake paku, cuma pake tali ijuk aren, semua pengunjung  pasti suka melewati jembatan ini karena  goyang ke kanan dan kekiri, pokoknya gak nyesel mengunjungi wisata suku Baduy ” ujar Pulung dengan logat khasnya.[Sutarno]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *