Minggu, Februari 25

Yayasan Orhiba Gelar Seminar Pelatihan Instruktur Olahraga Khusus Lansia

Media Doeta Indonesia. Jakarta.
Bertempat di Wisma Karsa Kemenpora, Selasa (21/12) lalu, Yayasan ORHIBA menggelar seminar pelatihan instruktur olahraga untuk lansia,bertujuan melaksanakan program prosilah dari ORHIBA sendiri, sekaligus mengajak generasi muda untuk  lebih mencintai para lansia dengan memberikan edukasi. Para Lansia juga bisa produktif selama mereka bisa melakukan kegiatan sehari-hari tanpa bantuan orang lain” demikian yang disampaikan Ibu Widya Mukti selaku ketua Yayasan ORHIBA dalam sambutannya.
Orhiba sendiri adalah gerakan senam yg sudah di perkenalkan sejak tahun 1941 oleh penemu nya UT.Saerang.
Gerakan yg hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 menit ini kental nuansa spiritual karena ada motivasi dalam diri untuk merawat jiwa dan raga kita karena kita di ciptakan oleh Tuhan sebagai mahkluk yang paling sempurna,rasa bersyukur itulah yang tanpa kita sadari akhir nya dapat menyembuhkan segala penyakit kita,berdasarkan testimoni yang sudah rutin melakukan senam orhiba ini.inilah yang membedakan senam orhiba di bandingkan senam yang lain dan tanpa iringan musik.
Acara  dibuka langsung oleh Drs.Bambang Laksono perwakilan dari Deputi bidang olahraga tradisional Kemenpora ini,mengatakan  kemenpora sangat mendukung seminar  ini,maka agar para para lansia bisa sehat dan bugar di seluruh indonesia,kemenpora pun mengadakan kerjasama salah satu nya dengan yayasan ORHIBA selaku stake holder Kemenpora untuk memperkenalkan olahraga senam Orhiba ke seluruh Indonesia.
Drs.Bambang Laksono dr kemenpora membuka acara seminar.
Salah satu narasumber yang hadir adalah Dr.Drh.Didik Budiyanto,M.Kes dari Pusdatin Kemenkes mengatakan saat ini puskesmas yg sudah melayani para lansia sekitar 900 lansia di setiap puskesmas,dan ke depan akan terus di tingkatkan. Dr.Didik juga mengatakan untuk menuju indonesia sehat Kemenkes memiliki 3 pilar :
1.paradigma sehat ( Bagaimana supaya tidak sakit )
2.Meningkatkan pelayanan kesehatan
3.Ketika sakit ada jaminan kesehatan
Dr.Didik juga menyarankan 3 gerakan hidup sehat yaitu makan buah dan sayur,olahraga rutin dan periksa kesehatan secara berkala/rutin.pendekatan kesehatan dari Kemenkes sudah sesuai dengan siklus nya,yaitu dari mulai kelahiran bayi sampai dengan Lansia agar bisa menjadi lansia produktif dan bermanfaat buat keluarga.
Pembicara lain nya yaitu Dr.Nofi Marlina Siregar dari Fakultas Pendidikan Kesehatan Jasmani UNJ,mengatakan kesegaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa lelah.maka yang harus di perhatikan saat olahraga adalah :
1.Ketahanan jantung,peredaran darah dan pernafasan.
2.Ketahanan otot
3.Kekuatan otot dan kelenturan otot.
Dr.Nofi lebih menekan kan bagaimana cara memulai latihan gerak dan tahapan-tahapan nya,sebelum olahraga ada baik nya melakukan pemanasan dan streching terlebih dahulu.
Dr.Ade Tobing, Sp.KO sebagai pembicara selanjut nya lebih menekankan bagaimana para lansia berlatih gerak dengan aman,populasi para Lansia yg terus bertambah,bahkan di perkirakan usia >60 Tahun akan berjumlah 28,8 juta di tahun 2020 nanti.umum nya para lansia punya ketergantungan fisik dengan orang lain. maka perlu ada latihan gerak dan kelenturan fisik bagi para lansia agar anggota tubuh tidak kaku dan tetap berfungsi walau pun sudah usia lanjut supaya bisa mandiri dan tidak bergantung pada orang lain dalam melakukan akifitas sehari-hari.
Hadir juga dalam seminar ini komunitas Indonesian Senior Citizen Club (ISIC) Debora sebagai perwakilan ISIC mengatakan kalau ISIC rutin mengadakan pertemuan sebulan sekali yg tujuan nya berbagi pengalaman sesama anggota ICSI yg memang khusus Lansia,bahkan pernah ribuan orang dari berbagai daerah kumpul dalam satu tempat untuk saling berbagi tips dan kiat sehat nya.
acara seminar juga menghadirkan 2 orang wanita Lansia berprestasi yaitu Ibu Edowati Sudjono (mantan PR.Consulting dan Agen property) serta Ibu Sylvia Djardjis Husman (Instruktur dan Motivator Olahraga) mereka berbagi tips bagaimana di usia lanjut tetap beraktifitas dan produktif berkarya.
Seminar di tutup dengan melakukan gerakan senam orhiba bersama seluruh peserta seminar dengan di pandu para instruktur orhiba,sekaligus pengundian doorprize bagi peserta yang beruntung.
(ansori)

Tinggalkan Balasan