Sabtu, Februari 24

Susno Duadji Tanggapi Polemik Impor Beras

Susno Duadji saat menjadi narasumber diskusi soal impor di Jakarta, Senin (12/2)

Media Doeta Indonesia, Jakarta-
Kebijakan pemerintah mengimpor beras menjadi polemik dan pro kontra di masyarkat akhir-akhir ini. Bagaimana tidak,
500 Ribu ton beras yang di datangkan dari vietnam ini ,sudah membanjiri pasar Indonesia.

Adanya silang pendapat antara dua departemen yang berkepentingan ini, yakni Departemen Perdagangan dan Departemen Pertanian. Deperindag menyatakan perlu impor beras ,sedangkan Deptan sebaliknya.

Inilah yang mendasari keprihatinan Komjen Polri (purn) Susno Duadji  dengan menggelar diskusi bertema ‘Cerdas’ (Cerita Asumsi dan solusi) yang menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya perwakilan Badan pengelola statistik(BPS) , Yunita Rusanti dan Tirta dari Deptan,  di Warung Buncit Jakarta,  Senin (12/2).

Yunita mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terjadi perdebatan tentang impor beras banyak pihak meyakini indonesia mengalami Defisit beras, terbukti dari tahun ke tahun Impor beras terus meningkat ,
Sebaliknya  Departemen pertanian menyatakan bahwa total produktivitas beras Nasional cukup memenuhi permintaan, sehingga Impor beras tidak perlu.
“Total permintaan dihitung dengan cara mengalikan  jumlah penduduk dengan angka konsumsi perkapita, “ujar Yunita.

Lebih lanjut Dia menjelaskan bahwa angka total permintaan yang di peroleh dengan cara  ini selalu rendah di bandingkan angka total produksi beras nasional, artinya Indonesia  mengalami surplus beras,impor beras tidak perlu.

“Hasil perhitungan ini tentu saja banyak di pertentangkan mengingat impor beras meskipun fluktuasi cenderung meningkat.
Lebih lanjutyunita memaparkan data Bps, Beras di pasaran dengan harga Het 9400, inflasi menurun 0,2persen.
Impor beras di tahun 2017 , 311,5 ribu ton, 2018 sebanyak 500 ribu Ton beras, “kata Yunita.

Sementara Susno memaparkan, “Untuk saat ini petani menghindari tanam padi karena lebih menguntungkan tanam yang lain seperti jagung dan terong , menurut mereka padi secara komersial tidak menguntungkan melihat harga gabah yang rendah.

“Pemerintah harus memperhatikan petani dengan menciptakan bagaimana  agar orang mau menjadi petani, karena pertanian menyangkut hajat orang banyak, “ungkap Mantan Kabareskrim ini.

Lebih lanjut susno mengatakan,”varietas padi  unggul  sudah saya temukan.”

Sementara itu, Tirta ikut menanggapi masalah tersebut. Menurutnya,  kebijakan impor beras dari vietnam itu,
Beras kurang dari satu juta  ton sudah masuk ke pasar indonesia dan ini cukup untuk stok 5 hari saja.

“sebenarnya keputusan mengimpor beras sudah sesuai prosedur, bila harga beras di pasaran naik maka produktivitas beras menurun  untuk mengatasi stok nasional maka solusinya impor beras, ” Tirta menjelaskan.

Selanjutnya kata dia,  patokannya Bila stok beras di bulog kurang dari satu ton maka untuk menstabilkan stok nasional dengan impor. (Ags)

Tinggalkan Balasan