Sabtu, Februari 24

Silariang Siap Mengulang Sukses Film Makassar “Uang Panai Maha(r)l”

Media Doeta Indonesia-Jakarta, Rabu 8 Januari 2018.

Foto : Indonesia Sinema Persada

Gairah film-film etnis khususnya di Makassar-Sulawesi Selatan kini semakin menggeliat. Sineas-sineas muda Kota Angin Mammiri ini mulai menunjukkan eksistensinya dalam dunia layar lebar Tanah Air. Salah satu film Lokal yang mendapat respon positif masyarakat adalah Film yang berjudul “Uang Panai itu Mahal”, selain karena menarik juga ada sisi emosi kedaerahan di dalamnya.

Nah, Januari ini, kembali akan tayang film berlatar cerita budaya Suku Bugis Makassar berjudul “Silariang- Cinta yang (Tak) Direstui)”. Film yang siap mengulang kesuksesan Film Makassar sebelumnya, Uang Panai, di Film  Silariang banyak mengangkat nilai-nilai khas budaya Bugis- Makassar yang belum banyak orang Indonesia ketahui.

Film Silariang (kawin lari),bercerita tentang cinta dua remaja yang tak direstui orang tuanya karena perbedaan status sosial masing-masing. Di film ini, Bisma Karisma berperan sebagai Yusuf  sementara Andania Suri sebagai Zulaikha.

Film ini adalah hasil kolaborasi antara Rumah produksi asal Makassar, Inipasti Communika dengan Indonesia Sinema Persada, dengan melibatkan sineas-sineas senior dan muda Indonesia baik dari Jakarta maupun Kota Makassar antara lain Dewi Irawan, Nurlela M. Ipa, Sese Lawing, Muhary Wahyu Nurba, Cipta Perdana dan Fhail Firmansyah.

Wisnu Adi, selaku sutradara mengaku tertarik dengan ide cerita yang ditawarkan oleh sang Produser, Ichwan Persada.

“Kesederhanaan cerita ini menjadi daya tarik tersendiri. Film ini mengangkat realita yang sering terjadi di kehidupan kita. Cerita tentang cinta yang akhirnya menjadi sangat rumit. Cerita tentang keluarga, sosok ibu, perkawinan siri, bibit-bebet-bobot,“ kata Wisnu.

Sementara itu, Ichwan sebagai putera daerah merasa ingin mengangkat isu-isu lokal ke pentas nasional melalui film. “Bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta atau Jawa. Indonesia terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Sebagai putra daerah, tentu saja saya juga ingin mengangkat nilai-nilai budaya dari kampung halaman saya, Makassar. Dan saya percaya kearifan lokal bakal menjadi kekuatan baru dl perfilman Indonesia,” kata Ichwan Persada.

Film “SILARIANG: Cinta Yang [Tak] Direstui” mulai tayang pada 18 Januari 2018 di seluruh bioskop Tanah Air.

(red)

 

Tinggalkan Balasan