Rematik : Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Media Doeta Indonesia.JAKARTA. 25 Oktober 2017. Penyakit rematik atau Artritis adalah  penyakit yang menimbulkan rasa sakit akibat otot atau persendian mengalami peradangan dan pembengkakan. Rematik terdiri atas berbagai jenis dan bisa menjangkiti persendian manapun pada tubuh.

Masyarakat luas tentu sudah tidak asing lagi dengan penyakit rematik, masyarakat menganggap sepele  penyakit satu ini. Rematik tidak hanya menyerang orang dewasa atau lanjut usia,namun juga bisa menyerang anak-anak.Obat pereda nyeri banyak di anggap  sudah cukup mengobati keluhan yang di rasa, padahal jika pengobatan tidak benar atau bahkan tidak di obati sama sekali bisa mengakibatkan hancurnya sendi dan akan menyebabkan kecacatan.

Penyakit rematik mempunyai beberapa gejala antara lain, nyeri sendi, bengkak sendi dalam waktu lama yang tidak kunjung sembuh, rambut rontok,sariawan yang tidak sembuh-sembuh, demam hilang timbul,kelemahan pada otot secara bertahap  serta ruam.

Olahraga bagi penderita rematik, Renang, Jalan kai dan Bersepeda.

Penyebab rematik berbeda-beda untuk tiap jenis rematik.misal,rematik metabolik di sebabkan oleh terganggunya metabolisme tubuh ,sementara rematik otoimun belum di ketahui pasti penyebabnya.

Ketua Umum Perhimpunan Reumatologi Indonesia Sumariyono menjelaskan,ada banyak jenis penyakit rematik. Ada rematik inflamasi yang otoimun dan inflamasi non otoimun. Rematik Inflasami otoimun misalnya Artritis Reumatoid (AR),spondilo artritis (terjadi di tulang belakang persendian), dan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau lupus.sementara contoh rematik inflamasi non-otoimun seperti gout ( asam urat).

Menurut Sumariyono ” tanda –tanda terjadinya inflamasi atau peradangan adalah sendi bengkak, nyeri, terasa  hangat dan fungsinya terganggu atau kaku. “

Masih menurut Sumariyono,di antara beragam jenis penyakit rematik,yang paling banyak adalah Artritis Reumatoid (AR). AR memang tidak menyebabkan kematian, tetapi akan membuat pasiennya menderita, sehingga banyak masyarakat menganggap sepele penyakit ini. Akibatnya, seringkali pasien datang ke dokter sudah dalam kondisi terlambat. Persendian ditangan dan kaki telah rusak, jari jemari menjadi bengkok –bengkok atau bahka terjadi benjolan di kaki dan tangan.

Fakat di masyarakat bahwa rematik dapat merusak sendi dan menyebabkan kecacatan belum sepenuhnya di pahami. Bahkan tenaga kesehatan pun masih ada yang belum mengetahui bahwa rematik bisa sangat destruktif merusak sendi  dan kondisi ini tidak dapat di perbaiki.

Gejala yang seringkali tidak khas pada rematik membuat diagnosis terlambat. Ini juga terjadi pada AR yang sebenarnya relatif lebih mudah. Biasanya di diagnosis AR di ketahui setelah pasien berganti dokter beberapa kali hingga bertemu seorang reumatolog. Ini salah satu kendala penangan AR di Indonesia

Riset-riset tentang AR, menunjukkan bahwa respon pengobatan yang terdiagnosis lebih awal dan terlambat akan menunjukkan hasil yang berbeda. Semakin cepat di obati hasilnya akan semakin lebih baik, dan sebaliknya jika terlambat dalam pengobatannya maka hasilnya tidak bisa signifikan.

Inilah makanan dan minuman yang harus dijauhi agar terhindar dari rematik

Langkah Perawatan Rematik

Dalam melakukan perawatan rematik yang perlu di lakukan adalah mengendalikan dan meredakan gejala yang yang timbul dengan mengonsumsi obat anti inflamasi non steroid dan analgesik .Obat yang mengandung setoid hanya di gunakan jika gejala atau penyakit yang di derita sudah parah.

Selain mengonsumsi obat-obatan, Anda juga dapat melakukkan hal –hal lain untuk meredakan penyakit rematik,seperti mengurangi stres, berolahraga secara teratur, istirahat yang cukup dan menjalani pola diet yang seimbang.

Periksakan ke dokter spesialis reumatologi jika mengalami gejala seperti yang yang telah di sebutkan diatas agar mendapat pemeriksaan dan penangan lebih lanjut.(sumber: kompas.com/alodokter.com) (trisna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *