Minggu, Februari 25

Rahasia Agar Siap Gowes Dalam Touring ASSA Anyer – Panarukan

Media Doeta Indonesia, Indramayu. Sebagai makhluk hidup, manusia perlu menjaga kesehatannya. Salah satunya adalah dengan rutin berolahraga. Dan sepeda merupakan olahraga yang dianjurkan oleh ahli kesehatan. Karena selain dapat meningkatkan kekuatan dan keseimbangan kita, ternyata bersepeda juga dapat  Mengendalikan berat badan, mengurangi risiko penyakit jantung, stress, risiko kanker dan mencegah diabetes.

Pesepeda ASSA saat latihan touring bersama

Dan untuk menjaga kebugaran tubuh kita agar Strength, Speed, Balance, Flexibility, agility, Endurance, Accuracy  saat bersepeda, kita perlu teman teman yang se-visi dalam kedisiplinan, kekompakan dan keseragaman. Seperti yang diterapkan oleh komunitas sepeda ASSA (Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun). Yaitu komunitas gowes yang baru saja membuat kagum KemenPora dalam event ‘Gowes Pesona Nusantara’ di Indramayu atas persiapan nya dalam Touring Anyer-Panarukan. Touring yang akan diikuti oleh lebih dari 4000 pegowes tersebut akan menempuh jarak 2624 km selama 24 hari dengan menggunakan sepeda Giant serta berseragam merah putih.

Dan untuk persiapannya, selain dibutuhkan adrenalin serta stamina, kamu juga perlu strategi untuk menjaga Tenaga, Kebutuhan Oksigen dan Detak Jantung. Karena nanti pada  saat bersepeda otot sangat membutuhkan supplai oksigen yang cukup, yang dibawa oleh darah, dan dipompa oleh jantung. karena

Nah berikut Tanda-tanda Batasan Kemampuan Jantung Sudah Maksimal Saat Touring Bersepeda

1. Saat tubuh terasa panas, artinya jantung mendekati batas maksimal kerjanya.

2. Sulit mengatur nafas, nah itu tanda kamu wajib mengurangi; kecepatan putaran kaki atau bermain power

3. Bila terasa berkunang-kunang atau mual, maka kamu Wajib berhenti.

4. Blackout atau pingsan. Tahap ini berpotensi ke tahap lanjut yg serius dan perlu pertolongan segera.

Ilustrasi Akurasi kemampuan Touring Sepeda

Bagaimana cara untuk Menjaga Stamina Saat Touring Bersepeda?

1. Tidak mengusap tubuh saat berkeringat sebelum sampai tempat istirahat/finish. Karena tubuh mengeluarkan lendir untuk mengurangi penguapan berlebih yang bisa saja terhapus saat melap tubuh. Setelah kering kita biasa menyebutnya garam.

2. Selalu minum saat mulut terasa kering dan badan terasa panas secukupnya. Lakukan itu dengan membatasi 4 – 7 teguk.

3. Selalu menggunakan baju quick dry supaya pendinginan tubuh dengan penguapan keringat terus terjadi. Jika tidak menggunakan baju tersebut, bisa dengan mengganti baju kering atau memeras agar baju tidak penuh dengan keringat dan bisa menghambat angin.

4. Jangan langsung duduk atau rebahan saat istirahat atau berkunang-kunang.

5. Jangan memaksa diri jika sudah tidak kuat atau tidak sehat, dan jangan tinggalkan teman yang sudah mengalami kunang-kunang dan mual jika gowes bersama.

6. Menjaga keutuhan barisan saat gowes bersama akan sangat banyak membantu bagi seluruh peserta dalam semangat kebersamaan,  dibandingkan dengan saling mengandalkan kekuatan masing masing.

Tinggalkan Balasan