Sabtu, Februari 24

Philips Lighting Buka Lighting Aplication Center (LAC) Di Indonesia

Media Doeta Indonesia. Jakarta. Pamerkan inovasi pencahayaan terbaru, Philips Lighting buka Lighting Application Center (LAC)  di Jakarta. Lighting Aplication Center (LAC) kedua di kawasan ASEAN ini menampilkan pencahayaan terkoneksi untuk menjawab minat masyarakat yang semakin tinggi terhadap aplikasi pencahayaan pintar di Indonesia

Pembukaan Lighting Application Center (LAC) berfungsi sebagai ruang demonstrasi untuk aplikasi inovatif Philips Lighting yang dilengkapi pencahayaan LED berteknologi canggih yang diprogram dengan fitur interaktif dan terkoneksi untuk pencahayaan yang berkelanjutan.

Di LAC dapat melihat bagaimana aplikasi Philips City Touch membantu pemerintah memperbesar efisiensi energi dan meningkatkan manajemen peneranganjalan terkoneksi melalui kontrol jarak jauh, bagaimana teknologi Power-over Ethernet untuk perkantoran memungkinkan para pegawai mengatur ruang kerja mereka dengan menggunakan smartphone dan pengelola gedung mengoptimalkan pemanfaatan ruang serta efisiensi bangunan, dan bagaimana komunikasi pencahayaan visual untuk menentukan posisi dalam ruang (indoorpositioning) dapat membantu pelanggan menemukan arah jalan mereka di dalam toko.

Aplikasi Philips membuka potensi cahaya yang luar biasa untuk Brighter Lives (Kehidupan yang Lebih Terang) dan Better World (Dunia yang Lebih Baik)

Semua teknologi ini dipamerkan di ruang seluas 422,5 meter persegi yang telah dibuat menyerupai ruang aplikasi sesungguhnya seperti di rumah, supermarket, toko pakaian, arena olahraga dan ruang perkotaan ‘

”Pergeseran menuju pencahayaan terkoneksi membantu kami mengatasi tantangan global akan kebutuhan pencahayaan yang lebih hemat energi, dan mewujudkan apa yang paling penting bagi kami, yakni membuka potensi cahaya yang luar biasa untuk kehidupan yang lebih terang (Brighter Lives) dan dunia yang lebih baik (Better World) dengan menghubungkan cahaya dan manusia,” kata Eric Rondoliat, CEO dan Chairman dari Board of Management Philips Lighting.

“Pencahayaan terkoneksi dapat menjadi tulang punggung kota pintar dimana lampu bisa dinyalakan kapan saja dan di mana saja saat diperlukan, mengoptimalkan pengoperasian, menghemat biaya, dan membantu orang merasa lebih aman dan lebih nyaman,” jelas Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia.

“Philips Lighting Application Center kami yang baru di Indonesia akan menunjukkan bagaimana integrasi teknologi LED, kontrol pencahayaan dan perangkat lunak memungkinkan fungsi dan layanan baru yang memampukan pelanggan untuk memanfaatkan aplikasi-aplikasi baru.” ujarnya.

Dengan dibukanya Lighting Application Center, memperlihatkan kepada pelanggan potensial, konsultan profesional, media dan para pelajar, bagaimana pencahayaan dapat berkontribusi dalam mengatasi beberapa tantangan terbesar yang sedang dihadapi dunia dan Indonesia:

  1. Pertama, kebutuhan akan lebih banyak cahaya karena populasi dunia terus bertambah dan semakin banyak orang yang tinggal di daerah perkotaan.
  2. Kedua, kebutuhan akan pencahayaan yang lebih hemat energi karena dunia sedang menghadapi tantangan sumber daya.
  3. Ketiga, kebutuhan akan lebih banyak cahaya digital saat kegiatan di dunia semakin mengarah ke digitalisasi.

Dengan membuka Lighting Application Center (LAC) memperlihatkan kepada pelanggan potensial, konsultan profesional, media dan para pelajar bagaimana pencahayaan dapat berkontribusi dalam mengatasi beberapa tantangan terbesar yang sedang dihadapi dunia dan Indonesia.

Menghubungkan lebih banyak perangkat, tempat dan manusia melalui cahaya, mengubah sumber cahaya menjadi titik-titik data, sehingga memungkinkan untuk memberi nilai lebih kepada pelanggan dan masyarakat.

Di lndonesia, Philips Lighting mewujudkan hal ini dengan mendengarkan kebutuhan dari walikota, pemimpin perusahaan dan pejabat sekolah untuk mengembangkan berbagai proyek seperti Tugu Monas, Jembatan Semanggi, Stadion Batakan Balikpapan Kalimantan Timur.

Bersama UNICEF Philips Lighting membantu program ”Gerakan Kembali ke Sekolah“, di mana setiap penjualan bohlam LED berlogo UNICEF akan membantu lebih dari 5.000 anak usia sekolah sampai akhir tahun 2018 untuk mendaftar ulang atau mendaftar untuk pertama kalinya dan tetap bersekolah.

Aplikasi Philips City Touch membantu pemerintah meningkatkan efisiensi energi dan efisiensi operasional melalui manajemen jarak jauh dari penerangan jalan yang terkoneksi dan  bagaimana teknologi Power-over-Ethernet untuk perkantoran memungkinkan para pekerja kantor mengatur ruang kerja.

Philips Arena Experience meningkatkan pengalaman penonton di stadion dan pemirsa di rumah, bagaimana komunikasi pencahayaan visual untuk mengetahui posisi dalam ruang (indoor positioning) dapat membantu pelanggan menemukan barang yang dicarinya dan masih banyak lagi terobosan baru inovasi.

Tinggalkan Balasan