Sabtu, Februari 24

Sepeda Motor Kini Bebas Melintas di Jalan MH. Thamrin

Media Doeta Indonesia- Jakarta. Rabu 10 Januari 2018

Sepeda motor sebentar lagi akan bebas melintasi Jalan Protokol M.H.Thamrin dan Jalan Merdeka Barat setelah Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta No.195 Tahun 2014 dibatalkan oleh Majelis Agung (MA) Republik Indonesia.

Kita tahu, Pergub  pembatasan lalu lintas sepeda motor di Jalan M.H.Thamrin dibuat saat Basuki Tjahaya Purnama ( Ahok) menjadi Gubernur Jakarta.

Menurut putusan MA, Pergub tersebut dicabut karena tidak mencerminkan azas keadilan dan azas persamaan dalam hukum dan pemerintahan serta tidak berdasar pada azas kejelasan tujuan, seperti dalam rilis MA.

sementara itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ) Ir. Bambang Prihartono menyebutkan, ” sebenarnya kajian atau aturan sudah ada mungkin cara pandang kita dan Hakim saja yang berbeda, oleh karena itu selalu ambil hikmahnya, mungkin MA pernah mengalami juga kemacetan yang luar biasa, ini pemerintah kemana saja.”

“Hikmahnya mau tidak mau harus mempercepat peningkatan kwalitas angkutan umum yang memang notabene dalam undang-undang tugas pemerintah, mempercepat MRT dan semua harus mendukung, ” sambungnya.

andri yansah-kadishub-jakarta
Kadishub Jakarta, Andri Yansah memberikan keterangan pers usai acara

Sisi lain, Kadishub DKI Jakarta ( Management Rekayasa Lalu Lintas Untuk Sepeda Motor Di Jakarta) Andri Yansah di hadapan sejumlah wartawan mengatakan, ” ada tiga strategi dalam pola transportasi makro yaitu peningkatan angkutan massal , pembatasan lalu lintas, pengoptimalisasi pengaturan parkir harus berani dan tegas menertibkannya. ”

Kerenanya menurut Andri, solusinya adalah mempercepat pembangunan insfrastruktur yang sudah ada pada Tahun 2019 sudah harus di implementasikan.

Focus-group-discussion
Dirlantas Polda Metrojaya Kombe Pol. Halim Pagara menjadi narasumber dari Focus Group Discussion.

“Yang kami angkat adalah keselamatan bukan kemacetan karena kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh yang sangat mengerikan. Data berbicara kalau penyumbang terbesar 70 persen kecelakaan dari sepeda motor. Maka selain pembatasan sepeda motor,  dengan angkutan umum yang aman dan nyaman ” imbuhnya.

lain halnya dengan Dirlantas Polda Metrojaya Kombes Pol. Halim Pagara yang menyayangkan pembatalan pergub tersebut. ” sempat menyayangkan pembatalan Pergub ini. Dengan peraturan ini tingkat kepadatan lalulintas berkurang dan kecelakaan pun turun drastis, regulasi ini sejalan dengan pengurangan polusi,”katanya.

Liputan : Agus

Tinggalkan Balasan