Sabtu, Februari 24

Obrolan di FB berujung Aksi Sosial Bedah Rumah

Media Doeta Indonesia, Karawang-
Rumah tidak layak huni (Rutilahu) menjadi sebuah realita kehidupan di setiap daerah khususnya di Desa Cengkong Purwasari Karawang.  Masih terdapat banyak Rutilahu karena kondisi ekonomi warga tersebut tentunya.

Ini bukan sekadar tugas pemerintah saja untuk membantu memperbaiki rutilahu tersebut menjadi rumah layak huni, seperti yang dilakukan warga Cengkong Purwasari ini.

Bermula dari obrolan disebuah grup sosial media tercetuslah ide untuk membantu membedah rumah warga yang tidak layak huni.

Renovasi rutilahu sebenarnya sedang gencar dilakukan di kabupaten Karawang khususnya kecamatan Purwasari ini,baik dilakukan oleh pemerintah daerah,instansi pemerintah atau swasta hal ini menginspirasi warga Cengkong untuk berbuat yang sama,setidaknya mereka juga mampu berbuat untuk yang membutuhkan itu yang akan mereka buktikan.

Setelah selesainya pembuatan proposal yang dimotori Agus Anwar ,tentunya dengan dukungan kepala desa , kemudian para relawan ini bergerilya mencari donatur mulai dari warga , toko-toko material dalam bentuk bahan bangunan juga sumbangan dari tokoh masyarakat bahkan Karang Taruna juga kepala desa sendiri.

Ditentukanlah rumah yang akan di renovasi yaitu rumah Aban (55 tahun) warga RT 01/03 dusun Kaliwedi Cengkong. Aban yang tidak punya pekerjaan tetap ini tinggal disebuah rumah yang lebih tepat disebut gubuk yang menumpang tanah milik orang . Setelah diadakan perobohan rumah tersebut kemarin Selasa 13 Februari 2018 hari ini diadakan Peletakan batu pertama sekaligus mulai pembuatan pondasi yang dipimpin langsung oleh kepala desa Cengkong,Santo dalam penyampaiannya dia mengapresiasi yg se besar-besarnyanya kepada para relawan FB Forum desa Cengkong yang mempunyai gagasan ini semoga bisa bermanfaat.

Salah satu relawan juga memberikan informasi bahwa tanah yang ditempati ini ternyata sudah dijaminkan oleh pemilik sehingga harus pindah lokasi pembangunan dikawatirkan ada hal yang tidak diinginkan,beruntung ada warga lain yang berbaik hati memberikan ijin tanahnya untuk ditempati.

Sementara Aban sendiri sebagai penerima bantuan menyampaikan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh warga baik donatur ataupun relawan yang peduli dengan keluarganya untuk merenovasi rumahnya sehingga memotivasi dirinya untuk maju ,juga keduanya anaknya yang masih sekolah di tingkat SMK dan SMP tersebut. Dalam kesempatan ini Santo juga memberikan tambahan biaya berupa uang tunai. (Har)

Tinggalkan Balasan