Minggu, Februari 25

Nasib Mainan Tradisional Di Era Digital

Media Doeta Indonesia.Jakarta. Mainan tradisional ternyata  masih eksis di tengah gempuran mainan modern atau digital, setidaknya yang di lakoni Rohman (68 tahun ) penjual mainan tradisional dengan gerobak keliling.

Mainan tradisional ini diambil langsung dari daerah Gunung Kidul, Yogyakarta  yang masih eksis memproduksi serta mengembangkan kerajinan tradisional ini,

 Rohman (62) Penjual Mainan Tradisional Keliling

Saat ditemui di daerah Lenteng Agung Jakarta Selatan, Rohman sudah 10 tahun menjual mainan tradisional, antara lain gangsing, yoyo, tulup, seruling dan pernak pernik gelang dan gantungan kunci.

“ Mainan yang di jual antara kisaran harga Rp. 5.000 – Rp. 10.000,  memang peminatnya sudah agak susah,  apalagi di tengah menjamurnya mainan elektrik atau digital“ ujarnya.

Selain berkeliling, Rohman juga sering mendapat pesanan dari  Taman Kanak- Kanak atau Taman Bermain berupa pengadaan mainan juga  pesanan alat musik angklung.

 Mainan Tradisional Yang Didatangkan Dari Jogja

Tapi selain mencari rejeki , ada niat luhur yang di lakukan Rohman ini, ” ikut melestarikan dan mengenalkan budaya berupa mainan anak tradisional  agar anak anak zaman sekarang juga mengenal nya “, ujarnya  bersemangat.

Selain sebagai mainan, alat permainan tradisional ini juga sering sebagai souvenir,  pajangan dan ada juga sebagai pengobat rindu kenangan masa kecil dulu.

“ Semoga tetap eksis dan lestari sampai nanti“ ujar Rohman berharap. (AgoeS)

 

 

Tinggalkan Balasan