Sabtu, Februari 24

Mengenal Lebih Dekat Sang Jenderal Religius, Gatot Nurmantyo

Jenderal-gatot-kunjungi-mahad-al-zaytun
Kunjungan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Mahad Al Zaytun Indramayu

Media Doeta Indonesia. Jakarta. – Siapa yang tidak mengenal sosok Jenderal yang religius ini. Jenderal yang menjabat sebagai Panglima TNI sejak 8 Juli 2015 hingga 8 Desember 2017 di berhentikan walaupun belum selesai masa tugasnya, namun beliau tetap bepikiran positif. Namanya santer di beritakan oleh media International akibat penolakan kedatangan beliau ke negara adikuasa Amerika Serikat.

Sosok Jenderal yang tegas dan berani dalam membela NKRI pada 8 Januari 2018 memberikan kuliah umum di pesantren terbesar di Asia Tenggara Mahad Al Zaytun dengan ribuan peserta dengan tema ” Tantangan Dan Peluang Menjadi Bangsa Pemenang Dalam Kompetisi Global “. Dialah Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo lahir di Tegal, Jawa Tengah pada tanggal 13 Maret 1960. Sebagai Iulusan AKABRI tahun 1982, Beliau pertama kali bertugas sebagai Danton Yonif 315/Garuda Bogor dan selanjutnya menjabat sebagai Danton dan Danki Yonif 320, Yonif 310 dan Yonif L-330. Pada tahun 1996, , Beliau dipercaya menjabat sebagai Danyonif 731/Kabaresi. Selepas Danyon, Beliau ditugaskan sebagai Dandim 1707/Merauke dan Dandim 1701/Jayapura.

jenderal-gatot-semasa-muda
Foto Jenderal Gatot Nurmantyo semasa muda (foto kiri/tribun medan)

Pada 1999 beliau menjabat sebagai Sespri Wakasad dan pada tahun 2001 melanjutkan kariernya di jajaran Kodam Jaya sebagai Danbrigif 1/PIK Jakarta, diikuti dengan jabatan Asops Kasdam Jaya dan Danrindam Jaya.

Jabatan yang pemah dilalui beliau selanjutnya berturut-turut adalah Danrem O61/SK Bogor, Kasdivif-2 Kostrad, Dirlat Kodiklat TNI AD, Gubernur Akmil, Pangdam V/Brawijaya, Komandan Kodiklat TNI AD, Panglima Kostrad dan Kepala Staf Angkatan Darat.

Perwira yang 4 kali melaksanakan tugas operasi di Timor Timur dan 2 kali di Papua iniĀ  telah menerima berbagai medali dan bintang penghargaan Negara Republik Indonesia antara Iain Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Utama, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintang Jalasena Utama, Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Naraya, Bintang Kartika Eka Paksi Naraya, Satya Lencana Kesetiaan Vlll, XVI, XXIV, dan XXXII Tahun, Satya Lencana Dharma Bantala.

Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Wira Nusa, Satya Lencana Dharma Nusa, Satya Lencana Wira Dharma, Satya Lencana Kebaktian Sosial, Satya Lencana Kesatria Yudha, Stya. Lencana Dwidja Sistha, Tanda Kehormatan Tong Il Medal dari Korea Selatan, Bintang Kehormatan Darjah Paduka Keberanian Laila Terbikang Yang Amat Gemilang dari Brunei Darussalam,Meritorious Service Medal dari Singapura, serta Bintang Kehormatan Panglima Gagah Angkatan Tentera dari PGAT Malaysia.

 

Jenderaal-Gatot-dan-syakh-AS-Panji-gumilang
Jenderal Gatot Nurmantyo dan Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Syakh AS Panji Gumilang

Beberapa negara yang pernah dikunjungi dalam penugasan, yaitu Amerika Serikat, Australia, Brunei Darussalam, Denmark, India. Jepang, Jerman, Korea Selalan, Laos, Libanon, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Sejak 8 Juli 2015 Jenderal TNI Gatot Nurmantyo diangkat menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia. Beliau menikah dengan Enny Trimurti dan telah dikaruniai 3 orang anak, Bayu Yudha Nurega Riyadi, ST, MA, Ines Titi Sari. M.Psi. dan (almh) Inka Martha Nurega.(Tris)

Tinggalkan Balasan