Sabtu, Februari 24

MDI Gelar Pelatihan Dasar-dasar Fotografi

pelatihan fotografi yang digelar hari ini di kantor redaksi MDI Jl. Raya Ratna. No. 84D, Jatikramat-Jatiasih, siang tadi (Kamis, 25 Januari 2018).

Media Doeta Indonesia,Bekasi- Fotografi tidak bisa dipisahkan dari dunia Jurnalistik atau kewartawanan, karena fotografi suatu berita bisa menjadi lengkap dan hidup. Bahkan ditangan seorang ahli fotografi (fotografer), satu foto bisa bercerita banyak, karena itu sering kita ,mendengar ungkapan “fotonya hidup” atau “fotonya bercerita”.

Fotografi adalah seni melukis dengan cahaya, demikian ungkapan yang menggambarkan keunikan fotografi yang disampaikan Edy Mansyur, mentor pelatihan fotografi yang digelar hari ini di kantor redaksi MDI Jl. Raya Ratna. No. 84D, Jatikramat-Jatiasih, siang tadi (Kamis, 25 Januari 2018).

Acara yang diselenggarakan khusus bagi wartawan pemula ini dihadiri Wapemred MDI, M. Hatta Tahir dan Kordinator Liputan, Syamsul Huda beserta sejumlah wartawan lainnya. Tentu saja, pelatihan ini sangat berguna calon jurnalis yang akan bertugas meliput di lapangan.

Materi yang mudah difahami ditambah praktik langsung menambah antusiasme peserta. Kekeluargaan dan keakraban terlihat diantara sesama wartawan.

Ini hanya pelatihan fotografi dasar, maka mentor membatasi pertanyaan-pertanyaan hanya pada hal-hal mendasar tentang kamera dan fotografi.

Materi pelatihan dimulai dari pengenalan fisik kamera serta teknis pengoperasiannya, lalu dilanjutkan dengan tips meramu fitur-fitur yang ada di dalam menu kamera untuk menghasilkan karya foto yang bagus.

Ada tiga hal dasar yang harus difahami seorang fotografer, yaitu shutter speed, Rana/diafragma (Aperture) dan ISO.

Shutter Speed (Rana) adalah durasi kamera membuka sensor untuk menyerap cahaya. Semakin lama durasinya, semakin banyak cahaya yang masuk ke kamera dan hasil foto akan bertambah terang.

Bukaan/Aperture/Diafragma adalah bukaan lensa kamera dimana cahaya masuk. Bila bukaan besar, akan banyak cahaya yang masuk dibandingkan dengan bukaan kecil.

ISO adalah ukuran sensitivitas sensor terhadap cahaya. Ukuran dimulai dari angka 50, 80 atau 100 dan akan berlipat ganda sampai 3200 atau lebih besar lagi. ISO dengan ukuran angka kecil berarti sensivitas terhadap cahaya rendah, ISO dengan angka besar berarti sebaliknya.

Ditekankan pentingnya latihan untuk mengenali ragam kondisi cahaya ruangan untuk membiasakan pengaturan speed shoot, diafragma dan ISO kamera. Prinsipnya adalah latihan tanpa batas, semakin banyak latihan akan lebih baik. Terlebih bagi seorang jurnalis yang selalu di lapangan dengan momen-momen yang bisa saja berlangsung dalam sekejap dan tiba-tiba. Kesigapan mempersiapkan kamera menjadi penentu kualitas gambar dari kejadian yang terekam.

Diharapkan pelatihan bisa berlanjut secara rutin pada waktu yang akan datang sehingga tingkat kemahiran jurnalis dalam hal fotografis semakin baik.

Pelatihan fotografi bagi calon jurnalis MDI ini diakhiri dengan sesi motivasi oleh Kordinator Liputan, Syamsul Huda di sela breaking time sambil menikmati suguhan kopi hitam tradisi khas jurnalis MDI yang menyegarkan. (Edwar)

Tinggalkan Balasan