Kamis, Desember 14

Marzuki Usman : Belajar Sukses Dari Negara Maju di Dunia

Media Doeta Indonesia. Jakarta.

Amerika Serikat, Jepang, Korea, Taiwan, Malaysia, Taiwan , dan China merupakan negara-negara maju dunia yang sudah di kategorikan  negara sukses, Indonesia perlu mengambil pelajaran sukses dari beberapa negara tesebut.

Ditemui di Wisma Sudirman beberapa waktu lalu, salah satu ekonom dan pakar pasar modal Indonesia sekaligus mantan Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi serta Menteri Kehutanan dan Perkebunan, Dr. Ir. H. Marzuki Usman, M.A  menyampaikan pandangannya agar Indonesia menjadi negara maju. Berikut tulisannya.

Silaturahim ke salah satu ekonom dan pakar pasar modal, Dr. Ir. H. Marzuki Usman, M.A

Pada kurun waktu abad ke 17, nama-nama keenam negara tersebut diatas belumlah mengukir sejarah dunia. Pada waktu itu nama-nama negara yang di kenal barulah Kerajaan Ingris Raya, Perancis, Jerman, Belanda, Belgia, Italia dan Turki. Waktu itu mereka berlomba memperluas sayap sampai ke Asia, Amerika dan Australia, keadaan ini di perkuat lagi dengan adanya Revolusi Industri di Kerajaan Ingris Raya yang kemudian menyebar ke seluruh Eropa.

Pada tahun 1776,  Amerika Serikat memproklamirkan diri sebagai negara Republik di benua Amerika, dan kemudian mulai abad ke 19, 20 dan sampai abad ke 21, Amerika Serikat masih menjadi penggerak utama ekonomi dunia.

Marzuki Usman, Pendobrak Pasar Modal Indonesia/foto:bekasifajar

Apa yang di perbuat oleh Amerika serikat, ialah mengambil kebijakan-kebijakan yang bertujuan membuat rakyat Amerika Serikat menjadi kaya, terampil dan cerdas. Tenaga-tenaga muda diberi beasiswa ke negara Barat dan mereka diberi tanah yang mereka maui. Di film-film Westem, selalu di perlihatkan bahwa seorang pendatang penghuni baru di negara bagian Colorado misalnya,  si pendatang itu memacu kudanya berlari ke barat, timur, utara dan selatan sambil menanamkan patok-patok perbatasan tanah yang di mauinya .

Kemudian melapor ke Badan Pertanahan Nasional lalu diberikan sertifikat dan bahan tambang apa saja yang dibawah tanah adalah miliknya, dan sepenuhnya di akui dan dilindungi oleh negara. Bentuknya, pemerintah Federal mengambil kebijakan sejak saat itu, sampai saat ini, pelatihan dan pendidikan sepenuhnya di biayai oleh negara akhirnya sekolah gratis dan tersedia beasiswa akibatnya rakyat Amerika menjadi kaya, terampil dan cerdas.

Kebijakan yang sama diikuti oleh negara Jepang pada abat ke 19 oleh Meiji yang terkenal dengan nama Restorasi Meiji (dikenal juga dengan sebutan Meiji Ishin, Revolusi Meiji, atau Pembaruan Meiji, adalah serangkaian kejadian yang berpuncak pada pengembalian kekuasaan di Jepang kepada Kaisar pada tahun 1868.

Marzuki Usman, tetap fit dan produktif menyampaikan gagasan di usia 71 tahun

Restorasi ini menyebabkan perubahan besar-besaran pada struktur politik dan sosial Jepang, dan berlanjut hingga zaman Edo (sering juga disebut Akhir Keshogunan Tokugawa) dan awal zaman Meiji.Restorasi Meiji terjadi pada tahun 1866 sampai 1869, tiga tahun yang mencakup akhir zaman Edodan awal zaman Meiji. Kepada penduduk Jepang di berikan tanah bersertifikat dan apa yang ada dibawah tanah adalah jadi milik mereka yang punya tanah. Kemudian pendidikan dan pelatihan di biayai oleh negara.

Kebijakan yang sama di ikuti Korea Selatan pada era 1960-an oleh Park Chung He, Taiwan oleh Chiang Kai Sek, Malaysia pada jaman Tun Abdul Razak di tahun 1970-an serta Negara China di tahun 1990 oleh Deng Xiao Ping, akibatnya semua negara itu sekarang sudah menjadi penggerak ekonomi dunia.

Kapan Indonesia akan masuk kategori Gang Enam Negara (The Gang of The Six Countries)? Jawaban nya kapan sepenuhnya mencontoh pelaksana kebijakan seperti mereka laksanakan.

(Sastra Suganda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *