Sabtu, Februari 24

Swasembada Al Zaytun Menginspirasi Ketua MPR Sukseskan GBHN

Ketua MPR RI sebagai pembicara utama dalam kuliah umum di kampus Al Zaytun Jumat (18/1/2018)
Media Doeta Indonesia-Indramayu. 
Ketua MPR RI  Zulkifli Hasan sambangi Kampus Al Zaytun, Indramayu Jawa Barat, Jumat (18/1/2018). Kunjungan tersebut dalam rangka memberikan kuliah terkait Empat Pilar MPR RI dan Garis Garis Besar Haluan Negara (GBHN) serta UUD 1945 yang telah diamandemen.
Dihadiri tidak kurang 7500 peserta terdiri dari santri, wali santri, Mahasiswa IAI, Koordinator daerah, pengurus Yayasan Pesantren Indonesia serta para guru.
Acara diawali dengan pemutaran film pendek tentang profil Al Zaytun dilanjutkan dengan penghantar kuliah umum oleh DR Syaykh AS Panji Gumilang. Kemudian kuliah umum oleh Zulkifli Hasan.
Dalam pemaparannya, Ketua MPR menyampaikan bahwa dilihat dari sudut pandang demokrasi Pancasila dengan reformasi yang telah berjalan selama 20 tahun kemajuan bangsa insyaAllah bisa dicapai.
Namun kebebasan otonomi daerah perlu dikaji ulang akibat amandemen UUD 1945. Amandemen lainnya adalah dihapusnya GBHN sehingga kita tidak tahu kapan kita bisa sukses.
Menurut Zulkifli, Indonesia sampai saat ini masih mengimpor gula 4 juta ton garam 2,7 juta ton sementara Tujuan negara dalam sumpahnya melindungi segenap tumpah darah Indonesia dengan tujuan mensejahterakan rakyat Indonesia.
 
“Berbeda dengan Al zaytun yang sudah mem praktekkan swasembada pangan, bersyukur kalian (santri) mendapatkan pendidikan di sini, Negeri ini akan jaya dari sini dan Islam akan jaya juga dari sini,” jelas Zulkifli.
“Alhamdulillah saya bisa sampai (di Mahad). Sudah lama saya ingin berkunjung ke pondok pesantren ini,saya doakan Syaykh sehat karena beliau sangat dibutuhkan negeri ini dan kita semua,” pungkasnya. (Sastra Suganda).

Tinggalkan Balasan