Sabtu, Februari 24

Jenderal Gatot Nurmantyo : Indonesia Perlukan Rencana Jangka Panjang Pembangunan Seperti GBHN

Panglima TNI periode 2015-2017,Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan Kuliah Umum terkait GBHN di Kampus Alzaytun, Rabu (7/2/2018)

Media Doeta Indonesia,  Indramayu – Panglima TNI Periode 2015-2017, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengusulkan perlunya kembali memberlakukan Garis Garis Besar Haluan Negara (GBHN) bagi negara Indonesia, itu disampaikan saat dirinya memberi kuliah umum di Kampus Al Zaytun, Indramayu,  pada Rabu (7/2/2018).

Alasannya kata dia,  di Indonesia saat ini Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bukan lagi lembaga tertinggi negara dan bukan lagi sebagai rumah rakyat yang bertugas merancang pembangunan jangka panjang Indonesia.

“Indonesia tidak punya rencana dua tahunan tiga tahunan dan jangka panjang,  yang punya rencana tergantung presiden,” kata Gatot dengan tegas.

Ini bahaya sekali jika melihat besarnya ancaman dan potensi konflik pada masa depan terkait krisis pangan,  air dan energi yang akan terjadi pada 2043 nanti.

Bentuk ancaman  saat ini adalah  proxy war.  Proxy war menurut lulusan Akabri 1982 ini adalah perang yang diciptakan oleh negara lain dalam kehidupan berbangsa baik Ideologi, politik,  sosial dan budaya dengan menciptakan  perang di rumah sendiri oleh bangsa sendiri.

Hampir lima ribu peserta kuliah umum dengan hikmat menyimak kuliah umum

Di depan  ribuan peserta dari kalangan Santri,  Wali Santri,  Guru, Mahasiswa dan tamu undangan lainnya,  Ia mengungkapkan peranan GBHN sebagai Pemandu pemerintah dalam membangun negara

“Empat tahun saya keliling Indonesia peringatkan pemuda untuk bangkit atas ancaman dari luar bisa ini bisa jadi ancaman sekaligus peluang,”

“Aneh jika negara gak punya GBHN, “imbuh Gatot.

“Waspada dengan membuat panduan rencana (GBHN-red) untuk masa depan,”

“Tugas generasi muda untuk melakukan itu,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan