Sabtu, Februari 24

Ini Kata Jenderal Gatot Nurmantyo Tentang Al Zaytun

Panglima TNI periode 2015-2017,Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan Kuliah Umum terkait GBHN di Kampus Al Zaytun, Rabu (7/2/2018)

Media Doeta Indonesia,  Indramayu- Indonesia merupakan salah satu negara ekuator terbesar di dunia dimana luasnya 1/8 dari luas negara-negara ekuator lainnya.

Diprediksi pada 40 tahun ke depan negara-negara non equator akan masuk pada era kelangkaan tiga sumber daya alam,  yakni Pangan,  Air dan Minyak Bumi.  Inilah yang menjadi sumber konflik masa depan dan ancaman sekaligus peluang bagi negara-negara ekuator seperti Indonesia

Hal ini diungkapkan Gatot Nurmantyo saat dirinya menjadi pembicara utama saat kuliah umum di Kampus Al Zaytun, Indramayu,  pada Rabu (7/2/2018).

Gatot mengemukakan sebuah teori yang menyebutkan bahwa ke depan Jumlah perkembangan penduduk akan mengikuti deret ukur sementara jumlah ketersediaan pangan,  air dan minyak bumi mengikuti deret hitung. Sehingga tidak seimbang.  Jika tidak dirancang mulai sekarang,  Indonesia akan kekurangan jumlah pangan.

Saat ini saja menurut data UNESCO sudah 15 juta anak meninggal setiap tahun di dunia akibat Kelaparan dan kurang gizi. Hal yang sama terjadi di Asmat Papua. 2 juta orang akan mengungsi dari Benua Afrika karena kekurangan air.

Sementara itu,  juga akan terjadi Kelangkaan minyak di dunia. Gatot menilai bahwa Konflik dunia 70 porsen lebih karena rebutan minyak contohnya konflik di Timur tengah,  dan yang terbaru di Ukraina.

“Inilah yg menyebabkan kompetisi global,”ujar Gatot.

“Indonesia harus waspada atas gejala ini,” imbuh Alumni Akabri 1982 ini memperingatkan. Potensi konflik akan bergeser dari Timur Tengah ke negara-negara equator seperti Indonesia karena kelangkaan pangan,  air dan minyak.

Baca juga :

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo : Indonesia Perlukan Rencana Jangka Panjang Pembangunan seperti GBHN

Jenderal TNI Gatot Ngaji Bareng di PP Muhammadiyah

Gatot juga menyinggung soal kekuatan sosial media sekarang ini. Ia menyebut sebuah teori yang bernama Peak of Teori yang intinya adalah bahwa sumber daya alam yang menurun akan berdampak pada gaya hidup,  budaya dan bisnis. Contohnya bisnis online saat ini.

Sosial media memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa. Bukan itu saja,  kata dia sebentar lagi  3 atau 4 tahun lagi kita akan mulai bisa berinteraksi dengan robot sehari-hari,  contoh Robot Sophia yang bisa diajak diskusi dan berinteraksi layaknya seperti manusia. “Indonesia Ibarat gadis molek diperebutkan oleh bangsa lain,” tuturnya.

“Syaykh Alzaytun sudah benar dengan programnya yang telah mempersiapkan sumber pangan dan mengelola air dengan baik, ” imbuhnya. Pria kelahiran Tegal 13 Maret 1960 ini menunjukkan kekagumannya pada program yang di jalankan Syaykh AS Panji Gumilang di Kampus Al zaytun ini.” Subhanallah dan Alhamdulillah, saya melihat inilah (wujud-red) bangsa Indonesia ke Depan, bisa menikmati makan dari tanam sendiri. Ada program jangka pendek, menengah dan jangka Panjang.” katanya.

“Saya yakin dan optimis. Ada banyak produk millenial yang tercipta untuk bangsa di tempat ini. Karena tempat ini adalah tempat pendidikan yg mengutamakan 2 hal, iman dan takwa, serta teknologi ilmu pengetahuan. Apabila ini berjalan, pasti akan luar biasa,”imbuh Gatot.

“Bangunan ini (di Alzaytun-red) jangan dilihat dari belum jadinya, tapi ini adalah program jangka panjang, “tandasnya. (HT)

Tinggalkan Balasan