Sabtu, Februari 24

Inez Mardiana, Perintis Kebaya Bordir Indonesia

Media Doeta Indonesia- Jakarta.

Usia tak menyurutkan langkah bagi Ny.Ines Mardiana untuk terus berkarya. Tepat usia 70 tahun, Ia menggelar acara Pameran kreasi ,Inovasi dan produksi busana kebaya Bordir sekaligus peluncuran bukunya berjudul “Inez Mardiana Warisan Busana” di Gedung Museum Tekstil , Jl. Ks.Tubun Raya Palmerah Jakarta Barat.

Fery Farhati Ganis, Isteri Gubernur Anies Baswedan nampak hadir bersama Ibu Panglima TNI, Nanny Hadi Thahjanto, serta kadir Budgar propinsi DKI jakarta DR.Tania Budiati.

Inez Mardiana bercerita mengenai perjalanan hidupnya yang hari ini genap 70 Tahun,dan berkiprah di dunia fashion khususnya Kebaya bordir 35 tahun berkarya,

“Mulai tahun 1986, Saat awal saya mulai tertarik pada seni bordir pada kebaya, saya mulai memperhatikan detilnya dan saya akui bahwa seni bordir itu sulit, harus memerlukan ketelitian tinggi agar bordir tampil hidup “, Ines menjelaskan.

Masa kecilnya sebagai puteri wedana kajen , daerah pekalongan , yang memang di lingkungan pembatik dan juga mayoritas perkebunan teh dan juga bunga melati.

“Kuncup melatilah yang menginspirasi Ines menjadikan label “jasmine Teas” pada busana kreasi saya, bila motif dan warna berpadu dengan baik maka hasilnya bak lukisan yang hidup”, lanjutnya.

Ada sisi menarik ketika menilik karyanya , salah satunya yakni bordir motif wayang. Sebagai pencetus, juga kreator Ines diganjar oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Berbagai Motif dipamerkan antara lain motif ondel ondel , penari topeng , si pitung, Barongsai , pengantin Betawi dan bunga kacapiring.

Kebaya inez kini telah di jual ke berbagai negara satunya salah satunya Singapura, sementara Hawaii sudah memesan peragaan busananya.

“Saya berharap bisa melestarikan tradisi nenek moyang, semoga generasi muda tetap mencintai dan melestarikan , warisan leluhur kita yang amat indah ini,” pungkasnya

(Agus)

Tinggalkan Balasan