Buruh Sujud Syukur di Jalan Sukarno Hatta Bandung

Media Doeta Indonesia – Bandung, Jum’at 05/05/2017 Sekira limaratus buruh sejak dari pagi berkonvoi dari Karawang menuju kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat di Jalan Sukarno Hatta 532 Bandung .

Konvoi menggunakan puluhan mini bus, mereka berasal dari berbagai elemen serikat pekerja seperti FSPMI,PPMI,SPSI LEM,dan SPSI RTMM yang tergabung dalam KBPP (koalisi buruh pangkal perjuangan)

Tujuan aksi mereka adalah mengawal perundingan terkait UMSK (Upah Minimum Sektoral Kabupaten) Karawang yang sampai saat ini masih mandeg di Disnakertrans Propinsi Jawa Barat.

Menurut Toni salah satu korlap dari SPL FSPMI bahwa UMSK yang direkomendasikan Bupati Karawang  seharusnya sudah diputuskan Gubernur akhir tahun lalu terhenti karena Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) menolak dan meminta Gubernur tidak mengesahkan rekomendasi tersebut dan akhirnya gubernur pun mengembalikannya ke Bupati.

Buruh berkumpul didepan kantor Dinas tenaga kerja dan transmigrasi propinsi Jawa Barat

Hari ini adalah penentuan bisa dan tidaknya gubernur menandatangani rekomendasi dari bupati tersebut.

Usai sholat jum’at peserta aksi kembali berkumpul di depan mobil komando untuk mendengarkan hasil putusan.

Dari 19 peserta perundingan Dewan Pengupahan Provinsi baik perwakilan buruh,pengusaha dan pemerintah akhirnya diambil voting yaitu 11 suara merekomendasikan ke gubernur, 7 tidak dan 1 abstain dengan demikian pleno ini memutuskan UMSK Karawang di rekomendasikan ke Gubernur, dengan besaran kenaikan UMSK Kabupaten Karawang sesuai dengan rekomendasi yang telah diajukan oleh Bupati Karawang yaitu, UMSK I naik sebesar 8,50 % menjadi Rp 3.616.017 dari sebelumnya Rp 3.332.735 ; UMSK II Naik sebesar 9,00% Menjadi Rp 3.949.887 dari Rp 3.623.750; UMSK III Naik sebesar  9,50% menjadi Rp 4.151.145 dari Rp. 3.791.000 dan UMSK IV Naik sebesar 10,50 % menjadi Rp 4.207.536 dari sebelumnya Rp 3.807.725 .

“hidup buruuuuh” serempak buruh berteriak kemudian dilanjutkan dengan sujud syukur di Halaman kantor meluap sampai jalan Sukarno-Hatta. Ini mengakibatkan kemacetan.

[Hariyanto]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *