Kamis, Desember 14

BMKG: ” Waspadai Siklon Tropis Cempaka Dan Dahlia!”

Media Doeta Indonesia.Jakarta. Siklon Cempaka dan Siklon Dahlia adalah dua buah siklon tropis yang tejadi pada penghujung bulan November 2017 di Samudera Hindia. Keduanya adalah siklon tropis pertama yang lahir di wilayah Indonesia dalam pekan yang sama.

Siklon Cempaka berdampak terhadap 21 Kabupaten/Kota di Pulau Jawa dan Bali, khususnya yang berada di pesisir selatan, seperti Kabupaten Kulon Progo, Bantul, Gunung Kidul dan Pacitan. Dampak yang ditimbulkan Siklon Cempaka berupa puting beliung, gelombang besar laut, hujan sangat lebat, tanah longsor, banjir,  sungai meluap, dan banjir bandang yang menyebabkan puluhan korban jiwa dan harta, ribuan jiwa terdampak atau mengungsi juga terputusnya jalur transportasi darat.

Siklon ini bersamaan dengan meletusnya gunung Agung di Bali, sehingga mempengaruhi perubahan sebaran abu gunung Agung. Pada 29 November, Siklon tropis Cempaka melemah menjadi Depresi Tropis (eks-Cempaka) yang bergerak ke Arah Barat Daya menjauhi perairan Indonesia, namun segera di ikuti datangnya siklon baru di selatan Pulau Sumatera dan Jawa yang diberi nama Siklon Dahlia.

Wilayah yang tedampak siklon adalah Situbondo, Sidoarjo, Pacitan, Wonogiri, Ponorogo, Serang, Sukabumi, Purworejo, Tulungagung, Semarang, Klaten, Malang, Wonosobo, Klungkung, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kudus, dan Sukoharjo.

Banjir melada beberapa daerah terdampak Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia.(Rayapos.com)

Eks-Siklon tropis Cempaka memberikan dampak berupa :

  • Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Selatan Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Lombok.
  • Angin kencang hingga 20 knot berpotensi terjadi di wilayah selatan Jawa.
  • Gelombang tinggi 1.25 – 2.5 meter di Perairan Selatan Jawa Timur hingga Selatan NTB, Samudera Hindia Selatan Bali dan Selatan NTB.
  • Gelombang tinggi 2.5 – 4 meter di Perairan Selatan Banten hingga Selatan Jawa Tengah, Samudera Hindia Selatan P.Jawa.

Bibit siklon tropis Dahlia di Barat Daya Bengkulu mengalami peningkatan kekuatan menjadi siklon tropis pada 29 November pukul 19.00 WIB, berada pada posisi 8.2 LS dan 100.8 BT (sekitar 470 km sebelah Selatan Bengkulu) dengan pergerakkan ke arah Tenggara menjauhi wilayah Indonesia. Lahirnya siklon tropis Dahlia berdampak pada peningkatan hujan lebat, tinggi gelombang, angin kencang, maupun potensi petir di beberapa wilayah di Indonesia.

Dampak yang diperkirakan terjadi yang disebabkan oleh siklon Dahlia, seperti:

  • Hujan sedang hingga lebat di pesisir Barat Bengkulu hingga Lampung, Banten, dan Jawa Barat bagian Selatan
  • Angin kencang > 20 knots (36 km/jam) di pesisir Barat Sumatera Barat hingga Lampung, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.
  • Gelombang laut dengan ketinggian 2.5 – 4.0 meter di Perairan Kep. Nias, Perairan Kep. Mentawai, Samudera Hindia barat Aceh hingga Kep. Mentawai.
  • Gelombang laut dengan tinggi 4.0 – 6.0 meter di Perairan Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Enggano hingga Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten, Samudera Hindia Selatan Banten.

Dampak dari eks-siklon tropis “Cempaka” memberikan pengaruh terhadap kondisi cuaca di Indonesia, seperti: Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Selatan Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Lombok. Eks-siklon tropis tersebut menyebabkan angin kencang hingga 20 knots (36 km/jam) yang berpotensi di wilayah Selatan Jawa. Sementara untuk kondisi perairan, menyebabkan gelombang tinggi 2.5-4 meter di perairan Selatan Banten hingga Selatan Jawa Tengah, Samudera Hindia Selatan P. Jawa.

Prof. Dr. Dwikorita Karnawati M.Sc, memberikan keterangan tentang Siklon Tropis Dahlia dan Cempaka (satuharapan.com)

Setelah melemah beberapa hari kebelakang, berdasarkan pantauan BMKG menunjukan Siklon Tropis “Cempaka” di Selatan Jawa telah melemah menjadi Depresi Tropis (eks-Cempaka) yang bergerak ke arah Barat Daya menjauhi perairan Indonesia. Hal ini diutarakan oleh Kepala BMKG, Prof. Dr. Dwikorita Karnawati, M. Sc saat memberikan keterangan pers.

Sebelumnya, siklon tropis “Cempaka” mengakibatkan hujan dengan intensitas lebat di wilayah D.I. Yogyakarta dan Pacitan yang mengakibatkan banjir. Berdasarkan hasil analisis BMKG, curah hujan di D.I Yogyakarta pada 28 November 2017, 286 mm/hari, sementara di wilayah Pacitan pada 27 November, 383 mm/hari. Curah hujan yang terjadi tersebut merupakan curah hujan kategori ekstrem (> 150 mm/hari).

Sementara itu, bibit siklon tropis di Barat Daya Bengkulu mengalami peningkatan kekuatan menjadi siklon tropis pada pukul 19.00 WIB dengan nama Siklon Tropis Dahlia berada pada posisi 8.2 LS dan 100.8 BT (sekitar 470 km sebelah Selatan Bengkulu) dengan pergerakkan ke arah Tenggara menjauhi wilayah Indonesia

Lahirnya siklon tropis Dahlia akan berdampak pada peningkatan hujan lebat, tinggi gelombang, angin kencang, maupun potensi kilat/ petir di beberapa wilayah di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan seperti:

  • Hujan sedang hingga lebat di pesisir Barat Bengkulu hingga Lampung, Banten, dan Jawa Barat bagian Selatan
  • Angin kencang > 20 knots (36 km/jam) di pesisir Barat Sumatera Barat hingga Lampung, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.
  • Gelombang laut dengan ketinggian 2.5 – 4.0 meter di Perairan Kep. Nias, Perairan Kep. Mentawai, Samudera Hindia barat Aceh hingga Kep. Mentawai.
  • Gelombang laut dengan tinggi 4.0 – 6.0 meter di Perairan Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Enggano hingga Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten, Samudera Hindia Selatan Banten.
    Banjir landa sejumlah daerah terkait siklon tropis cempaka dan dahlia

    Dengan adanya situasi potensi cuaca ekstrem, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar :

  • Waspada potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor terutama di daerah dataran rendah, daerah cekungan, bantaran kali atau sungai, perbukitan, lereng-lereng dan pegunungan.
  • Waspada terhadap potensi hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon maupun papan reklame/baliho tumbang/roboh serta yang berbahaya bagi kapal berukuran kecil
  • Tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/petir.
  • Waspada peningkatan ketinggian gelombang laut yang > 2.5 meter
  • Masyarakat agar tenang, tidak panik dan waspada pada saat badai tersebut melintas (kemungkinan besar akan terjadi puting beliung).
  • Tidak keluar rumah apabila tidak benar-benar penting.
  • Hindari berlindung di bawah pohon, bangunan semi permanen atau baliho.
  • Sediakan di rumah obat-obatan pribadi, makanan ringan, korek api, lilin, powerbank menjaga bila listrik padam..
  • Mencari informasi yang valid tentang kondisi cuaca terkini.
  • Tidak terpancing pada informasi atau isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
  • Apabila terjadi sesuatu kejadian bencana segeralah melaporkan kepada pihak yang berwenang di sekitar anda. (sumber:BMKG/Kompas)