Sabtu, Februari 24

Ada “Kepala Naga“ Di Pasar Pucung Depok

www.doetaindonesia.com

DEPOK.Pasar tradisional Pucung berada di wilayah Kali Mulya kelurahan Jati mulya, Depok.
Menurut ahli Fengshui termasuk daerah Kepala Naga. Kepala Naga pada dasarnya memiliki arti Kepala Negara atau Kepala Daerah. Jadi Kepala Naga dapat dibagi ke dalam tiga kategori yakni Kepala Naga Presiden, Kepala Naga Gubernur dan Bupati.

Wilayah yang masuk Kepala Naga itu seperti Hayam Wuruk, Sudirman, Thamrin, Kota, Kelapa Gading, Glodok dan Pasar Pucung.
Daerah Kepala Naga dikatakan memiliki peruntungan yang baik sebagai tempat bisnis, semua itu dapat dinalar dengan logika.

Lahan di dekat kantor bupati, pasti harganya naik terus. Infrastruktur pasti lengkap dan bagus. Selain orang yang punya bisnis di wilayah Kepala Naga biasanya akan kuat, karena lokasinya aman. Sebab dimana ada kepala pemerintah, pasti penjagaan kemanannya lebih ketat ketimbang daerah lainnya.

Pasar Pucung Depok berada di wilayah kepala naga , karena berada di wilayah 4 pertigaan yang ramai ,
1. Pertemuan jalan Pemda , yang merupakan jalan menuju perkantoran Pemda Depok
2. Pertigaan Jalan Kota Kembang yang merupakan jalan menuju perkantoran Pemerintahan Kota Depok
3. Pertigaan Jalan Cilodong merupakan jalan menuju Jalan Raya Bogor
4. Pertigaan Jalan Cilangkap menuju Jalan Raya Bogor Cilangkap

Ribuan perumahan sedang di bangun di seputar Pasar Pucung yang merupakan potensi investasi yang menguntungkan , dan juga di lalui oleh kendaraan umum maupun pribadi selama 24 jam.

Pasar Pucung Depok, termasuk “Kepala Naga” menurut Fengshui

Prospek Pasar Pucung kedepan,
1. Pasar Pucung yang dekat Perumahan Grand Depok City atau dikenal dengan Perumahan Kota Kembang dan perumahan perumahan baru di Jati Mulya maupun seputar Pemda Bogor yang terus berkembang karena masih banyak cluster cluster yang belum di bangun, dengan penghuni yang semakin banyak Pasar Pucung kini tumbuh besar akan pesat pertumbuhan transaksinya.

2. Rencana pembangunan jembatan penghubung antara wilayah Citayam dan Jatimulya yang sementara ini untuk melintasi masih menggunakan jembatan gantung hanya dapat dilalui kendaraan motor , apabila pembangunan Jembatan Citayam Jatimulya terwujud akan lebih memudahkan akses masyarakat menuju Pasar Pucung.
(Sutarno)

One Comment

Tinggalkan Balasan