Sabtu, Februari 24

7 Faktor Penentu Keberhasilan Tur Sepeda Keliling Jawa 2 ASSA 2017

Media Doeta Indonesia. Jakarta

Bersepeda adalah kegiatan olahraga paling populer sejagad. Betapa tidak Banyak hal yang membuat kegiatan ini diminati banyak orang dari usia anak-anak, dewasa hingga orang tua antara lain karena mudah juga murah, siapapun bisa melakukannya dan bisa membeli sepeda sesuai budget.

Meskipun begitu bersepeda tidak bisa dianggap remeh atau sepele, dibutuhkan keseimbangan, konsentrasi dan ketepatan dalam mengambil keputusan (intelegensia). Salah-salah bisa berakibat fatal. Selain itu, bersepeda sudah masuk olahraga bergengsi dunia, sebut saja  misalnya Tour d France dan Tour de Langkawi. Itu di level dunia, lalu bagaimana di level nasional ?

Syakh Al Zaytun DR. (HC) AS. Panji Gumilang memimpin Rombongan Tour ASSA Jawa II 2017.

Di Indonesia ada juga event bersepeda terkenal seperti Tour de Singkarak, Tour de Linggarjati dan beberapa lagi yang lainnya. Nah, Ada satu lagi Tour yang luput dari perhatian media, yakni Tour de Java atau lebih dikenal dengan sebutan Tour Sepeda Sehat Keliling Jawa ( Tour Panarukan Anyer). Event ini tergolong akbar sebab melibatkan ratusan peserta dengan jarak tempuh ribuan kilometer.

Tour Sepeda Sehat Keliling Pulau Jawa yang digagas Assosiasi Sepeda Sport Al Zaytun (ASSA) sudah dua kali, yakni pertama pada 2008 lalu dan sekarang pada 29 November – 22 Desember 2017. Start dari Indramayu bergerak ke arah Timur Pulau Jawa menyusuri Pantai Utara Jawa hingga ke Banyuwangi Jawa Timur. Kemudian, Rombongan menyusuri Pantura arah  ke Anyer dan kembali ke Indramayu.

Peserta Tour ASSA Jawa II melintasi jalan Kalimalang Bekasi 

Melibatkan 550 personil dimana 405 diantaranya adalah pesepeda (goweser) sisanya Tim pendukung yang Menempuh Jarak 2700 Kilometer selama 24 hari secara sukses bukan perkara mudah. Butuh persiapan dan manajemen tingkat tinggi jika tidak mau gagal di tengah jalan. Lalu, apa saja faktor-faktor keberhasilan Tur tersebut, berikut 7  faktor sukses Tour Keliling Jawa 2 antara lain :

1. Mastermind Factor

Syaykh Abdul Salam Rasyidi Panji Gumilang (71) selaku komandan jelajah merupakan Mastermind (Perancang Utama) Tur Keliling Jawa ini. Dia mengatur (manage) dari A sampai Z segala sesuatu yang berhubungan dengan tur ini. Sistem dibuat sedemikian rupa dengan berlandas ilmu pengetahuan. Selain itu, Syaykh juga sebagai sumber motivasi dan spiritual bagi ratusan peserta dengan berbagai petuah dan arahannya baik teknis maupun non teknis. Syaykh adalah pemimpin penuh kharismatik

Peserta ASSA Tour Jawa II 2017 pemanasan sebelum Gowes Anyer- Panarukan

2. Preparation

Ada kalimat bijak mengatakan, “Jika persiapanmu baik maka 50 persen keberhasilan sudah ada di tangan,”. Begitu pun Tur ini, persiapannya sangat matang. Selama hampir 3 bulan peserta digenjot latihan fisik dengan program terjadwal dan terukur. Mulai dari dua kali seminggu hingga setiap hari latihan dengan porsi dua jam nonstop mengayuh sepeda. Jadi, apa yang terlihat saat ini, adalah hasil latihan intensif.

Persiapan lainnya selain fisik adalah mental. Peserta mendapat arahan dan motivasi setiap selesai sesi latihan.  Syaykh AS Panji Gumilang rutin memberikan arahan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan selama Tur nanti.

Semangat tanpa kenal lelah, peserta Tour ASSA Jawa II 2017 menyelesaikan etape demi etape

3. Kesiapan Peserta

Pepatah bijak Inggris berbunyi, “The Man Behind The Gun“. Faktor sukses lainnya adalah datang dari diri peserta itu sendiri. Sejatinya, mereka lah penentu sukses tidaknya event ini. Peserta yang siap secara fisik, mental dan materi yang akan berhasil. Dari 500 calon peserta Tur, hanya 405 yang berkemampuan untuk itu. Merekalah orang-orang pilihan.

4. Memilih Sepeda Bermutu

Faktor sukses Tur berikutnya adalah ‘Kuda’ angin alias sepeda. Seluruh peserta menggunakan Sepeda Giant, sepeda Pabrikan asal Taiwan dengan pertimbangan kekuatan dan kehandalan untuk digunakan jarak jauh dalam medan berat sekalipun. Meski harganya terbilang tidak murah namun demi kenyamanan dan keamanan, Syaykh mewajibkan semua peserta menggunakan merk ini.

Tim Pendukung Tour ASSA Jawa II Anyer Panarukan 24 hari, 2700 KM.

5. Tim Pendukung

Faktor sukses lainnya adalah Tim pendukung sejumlah hampir 150 orang. Merekalah yang bertungkus lumus mempersiapkan segala keperluan peserta seperti pemakanan, penginapan dan laundry. Kru lainnya yang tak kalah pentingnya adalah tim bengkel, medis, pengatur jalan, dan dokumentasi. Koordinasi dengan pihak Polisi Lalu Lintas juga sangat penting.

6. Sponsorship

Berjalan suksesnya Tur ini tidak lepas dari dukungan sponsorship dari berbagai pihak. Bagaimana tidak, biaya yang dibutuhkan dalam perjalan ini terbilang besar, tidak kurang dari 1 Milyar Rupiah. Mengandalkan iuran atau akomodasi peserta tidak lah mencukupi. Karenanya dibutuhkan suntikan dana dari pihak luar. Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dibawah pimpinan Dr Jend (Purn) Moeldoko sebagai salah satu sponsor utama event tersebut disamping beberapa sponsor utama lainnya.

Disetiap daerah yang disingahi, masyarakat menyambut dengan antusias tour ASSA Jawa II 2017 (foto: LatiefWeha)

7. Manajemen

Hal terakhir sebagai penentu kesuksesan Tur Keliling Jawa 2 ini adalalah perpaduan antara sistem organisasi atau manajemen dengan ilmu pengetahuan. Segala sesuatunya dimanaje sedemikian rupa mulai dari jam makan, jam tidur peserta, menu sehat bergizi, stretching (perenggangan) yang benar setiap kali akan memulai bersepeda maupun pada saat selesai bersepeda dan banyak lagi. Hasilnya, fisik peserta tetap terjaga selama 24 hari perjalanan.

Itulah berbagai faktor penentu suksesnya Tur Keliling Jawa 2 ini. Hal ini bisa menjadi acuan bagi komunitas sepeda lainnya yang ingin melakukan hal yang sama yakni Tur Bersepeda jarak jauh. Akhirnya, tidak ada hal yang mustahil dan begitu berat jika kita tahu cara (ilmu) untuk melakukannya. Bersepeda ribuan kilo meter terbukti bisa dilakukan oleh Asosiasi Sepeda Sport Al Zaytun (ASSA), ini pun bisa dilakukakan oleh komunitas lainnya.

(Hatta)

One Comment

Tinggalkan Balasan